ROHIL- Terkait pemberitaan dugaan perambahan hutan di daerah Sungai Rangau Kec.Rantau Kopar, Kab.Rohil yang saat ini sedang viral di medsos membuat Ketua DPD AWAN PERS (Aliansi wartawan Amphibi Nkri) Zulkifli angkat bicara.
Pasalnya selaku Putra Daerah asal Desa Rangau Kec.Rantau Kopar, dia sangat khawatir hutan di sekitar desa jika secara terus menerus di babat dan di perjual belikan maka untuk kemudian hari anak cucu akan sengsara dan tidak bisa lagi melihat Alam yang asri.
“Saya sebagai Ketua DPD AWAN PERS Rokan Hilir meminta penegak hukum serius menindak lanjuti dugaan perkara ini sesuai aturan dan undang – undang yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia," ungkap Zulkifli, Kamis (19/07/2018).
Ini semua, lanjut Zulkifli, bukan lantaran soal politik maupun dengki atau sejenisnya melainkan dengan rasa panggilan jiwa membangun saya sangat miris mendengar berita dugaan kejadian perambahan hutan dan jual lahan tersebut ke pihak pengusaha atau investor.
Zulkifli mengaku, pihaknya tahu benar lokasi hutan yang di duga sudah di rambah oleh oknum seperti yang di ceritakan oleh media, dan cuma itu salah satu hutan yang tersisa di sungai rangau, selebihnya sudah banyak di jual ke pihak asing, bahkan sudah sampai ke bibir sungai petani tempat masyarakat mencari ikan.
Justru itu, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk menyelamatkan hutan yang masih tersisa dan berdasarkan perkiraan Zulkifli sudah ribuan hektar hutan dan lahan di kelurahan sungai rangau itu di duga di perjual belikan.
Untuk itu lah,csejalan dengan Penyelidikan aparat hukum pihak Zulkifli selaku ketua DPD AWAN PERS akan mengkoordinasikan ke DPP AWAN PERS Pusat di Jakarta untuk mendesak KLHK menindak lanjuti persoalan di sungai Rangau.
“Itu kampung halaman saya, jadi mana mungkin saya biarkan ada oknum oknum yang ingin mencari keuntungan dengan merusak hutan bahkan parahnya lagi ada pulak dugaan bahwa lahan hutan tersebut di perjual belikan.
"Astaqfirullah...? apa mereka (oknum-oknum yang di duga terlibat) tidak mandang masa depan yang akan diteruskan oleh anak cucu nya sendiri demi hasrat sesaat." tandasnya yang berjanji tak akan berdiam diri.
"Astaqfirullah...? apa mereka (oknum-oknum yang di duga terlibat) tidak mandang masa depan yang akan diteruskan oleh anak cucu nya sendiri demi hasrat sesaat." tandasnya yang berjanji tak akan berdiam diri.
Rilis: DPD AWAN PERS Rohil.
Hendri.