Ticker

6/recent/ticker-posts

Hotland: Minimnya Fasilitas RSUD Dumai, Masak Kamar VIP Tidak Ada Horden

Kondisi Ruangan VIP RSUD Dumai Lantai 3
Tak Terpasang Tirai/Horden



DUMAI - Rumah sakit umum daerah Kota Dumai resmi naik status tipe kelas IIB pada 9 Februari 2018 lalu, dan manajemen terus berupaya melengkapi pelayanan medis dengan menambah dokter spesialis jantung dan bedah syaraf. Namun sepertinya ini hanya sebatas nama dan kelas saja.

Sebab semestinya degan 
naiknya status tipe Kelas IIB RSUD Dumai ini dibarengi dengan fasilitas lainnya yang tidak membuat pasien resah.

Hal ini dikatakan Hotland Thomas Sianturi SH yang merupakan seorang Pengacara Muda  Dumai yang namanya saat ini sedang fenomenal, bahwa RSUD Dumai hanya mengumbar pembodohan publik. Karena, dengan naiknya Kelas RSUD Dumai, hendaknya tidak ada lagi keluhan-keluhan pasien di RSUD ini.

Hotland Thomas Sianturi SH

                                                             
"Ini saya katakan, dikarenakan keluarga saya baru melahirkan di RSUD Dumai, si Ibu dan Anak bayinya diletakkan diruangan yang tidak ada Tirai/Horden," ungkap Hotland kepada Media EraPublik.com, Minggu (10/02/2019).

"Padahal keluarga saya tersebut, menggunakan ruangan kamar VIP di Lantai 3. Nah ruangan VIP ini tidak dilengkapi dengan Tirai/Horden penutup Jendela, sehingga sinar terik matahari begitu panas menembus ke ruangan tersebut. Akibat tidak ada penangkis jendela yang berkaca tersebut," imbuh Hotland.

Menurut Hotland, miris saja kamar Pasien Kelas VIP, kamar tersebut sangat panas karena sinar matahari yang langsung masuk kedalam Ruangan/kamar pasien pada siang hari.

"Diwaktu panas tersebut, pada saat itu saya saja berada diruangan tersebut, mengeluarkan keringat. Nah wajar saja jika anak bayi juga kepanasa. Nah akibat panas sinar matahari menembus keruanngan tersebut, anak bayi tersebut mengalami panas tinggi," ungkap Hotland.

"Nah dengan kejadian itu, saya panggil pihak RSUD Dumai untuk memindahkan keluarga saya tersebut, di ruangan VIP yang lainnya yang ada tirai/hordennya. Dan saya pertanyakan kepada pihak RSUD, kenapa ruangan tersebut tidak menggunakan horden, mereka menjawab, Tirai/Horden sudah dipesan, namun tak kunjung tiba," imbuh Hotland.


Lanjutnya,"Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi saya, sudah dipesan atau diduga anggarannya ditilap. Semoga ini menjadi perhatian khusus dari Pihak/Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai. Dan bisa segera membenahi untuk kenyamanan pasien RSUD." tegas Hotland Thomas Sianturi SH.





Penulis: Budi